ALT_IMG

ALT_IMG

Alt img

ALT_IMG

ALT_IMG

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Oktober 2011

Cinta

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Continue reading →

Abstrak

Malam,hitam,aku hilang,hilang dalam hitamnya malam.
Angin pagi dingin!
Suara itu,ribut,ribut sekali.
Saling bersambut.
Tadi malam hujan,suara kodok ribut sekali..
Continue reading →
Kamis, 06 Oktober 2011

Jiwaku bukan jiwaku









Tertunduk segan, maksud jiwaku,
Menghargai orang maksudku,
Tidak membedakan orang karena kelemahannya,
Jiwaku

Tapi orang tidak ada yang tau,
Mereka melihat seperti tidak pernah melihatnya,
Mereka tidak tau keinginanku,

Jiwaku
Aku tidak bisa mengekspresikan mu,
Lebih terang lagi, lebih damai lagi,
Terlalu lama aku dengan ini,
Orang-orang tidak ada yang mengerti jjiwaku,

Jiwaku
Sulit ku ungkapkan,
Aku seperti terselubung dalam cangkang,
Terlihat kecil, sementara mereka memandang dari atas,

Jiwaku
Ingin cahaya yang terang,
Cahaya yang abadi,
Berikanlah cahaya jiwaku,
Agar aku damai bersama jiwaku,
Aku ingin jiwaku yang sebenarnya,
Dengan sebenar-benarnya aku,
Dengan cahaya yang terang,
Agar aku damai bersama jiwaku..

Puisi IDRIS
Continue reading →

Label