ALT_IMG

ALT_IMG

Alt img

ALT_IMG

ALT_IMG

Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Oktober 2011

Live story

Aku masih duduk,maen di dunia maya.
Ah,bentar lagi mau berangkat mudik,binjai aku datang!
Bis penuh sesak,ada yang tertidur lelah,anak2 melihat ke kaca jendela,mereka berteriak gembira melihat apa yang lewat di balik jendela kaca.Ruangan ini terasa sempit,penatkan aku.
Gnti bis, ah,tmbah parah,bisnya rusak,kumuh,sempit2tan pula.Oh tuhan!.
Aku duduk plg blkng,seperti kotak sabun bis ini terlihat.Suaranya bising jack.! !.

Hore!!!
bsk hari raya..
maaf2an..

6 bln brlalu, gak trasa dah 1 smster kuliah ku. Wak bnyak jga kjdian2 lucu, tpi aq koq bnyak diam y?, sbnrnya aku bnyak ide utk mnumpahkannya dlm bntuk kt2, tpi koq gak berani? Knpanya aku ini. Kadang2 timbul smgt tuk brbh, tapi blum spenuhnya, ini bkn aku yang sesunggahnya, bukan!. Aku bertekad mw mmbalikkan fkta yang taq ku terima saat ini, aq koq jdi pemalu? Heran juga! Ntah setan apa yg msk k dlm bdan ku ini, setan apa kejiwaan ku yg brmslah.? Ah ntah la! Tpi aku yakin ini bukan aq yg sesungguhnya. Aku bisa mengatasinya, ya aku bisa!
Continue reading →

kapal besar itu bernama tawakal

Ada dua orang pengembara yang ingin melakukan perjalanan kesebuah tempat. Untuk dapat mencapai tempat tersebut keduanya menaiki sebuah kapal yang amat sangat besar.

Di dalam kapal ada dua kelompok yang terlihat sangat berbeda. Kelompok pertama, wajah mereka nampak begitu cerah. Sedangkan kelompok kedua, wajah mereka nampak begitu pucat dan kelelahan sambil memanggul banyak barang bawaan di pundaknya.

Sebagaimana para penumpang lainnya yang ingin menempuh perjalanan jauh, Kedua pengembara tersebut pun membawa barang-barang yang amat berat. Ketika sampai di dalam kapal, pengembara pertama langsung meletakan semua barang bawaan di lantai kapal. Sedangkan pengembara kedua masih saja memikul barang bawaannya.

Pengembara pertama memberi tahu kepada pengembara kedua agar dia meletakan barang-barangnya di lantai kapal. Karena dia sudah berada di atas kapal yang sangat besar di mana dia bisa bebas meletakan barang bawaanya di mana saja dia suka. Sehingga dia bisa beristirahat guna mencapai tempat tujuan yang amat jauh.

Pada awalnya pengembara kedua tetap teguh pada pendiriannya untuk tetap memikul barangnya sampai tujuan, dia khawatir barangnya akan hilang dan rusak jika diletakan di lantai kapal. Di berpikir toh banyak penumpang lain di sekitarnya yang walaupun barang yang dibawa lebih banyak dan berat, tetap memanggul barang-barang bawaanya sendiri.

Namun Karena semakin lama kondisinya semakin lemah, dan pemilik kapalpun telah memperingatkan kepadanya jika ia tetap tidak mau meletakan barang-barangnya dikapal, dia akan dilemparkan kelaut sehingga binasa. Diapun melihat banyak penumpang yang memanggul barang bawaanya sendiri satu persatu mengalami kejaidan yang mengerikan.

Ada yang dilempar kelaut oleh pemilik kapal karena sudah berkali-kali diperingati untuk meletakan barang bawaanya dia tetap tidak mau. Ada lagi yang karena kelelahan akhirnya mati tertimpa barang-barang bawaanya. Ada lagi yang karena tidak kuat membawa barang-barang bawaanya dia membunuh dirinya sendiri.

Akhirnya pengembara kedua meletakan semua barang bawaanya di lantai kapal. Setelah meletakannya dia merasa lebih baik dan lebih nyaman.

Sobat tahukah kita kalo pengembara-pengembara itu adalah kita, sedangkan barang-barang bawaan adalah beban-beban kehidupan kita dan kapal besar itu adalah tawakal kepada Nya.

Teramat banyak dari kita yang begitu angkuh merasa diri sanggup memikul beban-beban kehidupan ini sendiri. Tanpa pernah sadar bahwa sebenarnya Allah telah menyediakan ruang besar tempat kita meletakan beban-beban kehidupan hidup kita yang teramat sangat berat itu.

Ruang besar itu bernama tawakal kepada Nya. Betapa naifnya kita jika merasa bahwa kita sanggup mengatasi setiap masalah kehidupan ini sendiri.

Seorang mukmin adalah orang yang cerdas dalam memahami kehidupan ini. Ia begitu mengenal karakteristik kehidupan ini yang penuh dengan cobaan dan rintangan, walaupun demikian ia juga telah sangat paham bahwa semua beban-beban itu tidak akan memberatkan kehidupannya jika ia meletakannya di tempat yang telah Allah SWT sediakan.

Seberat apaun beban yang di amanahkan Allah SWT kepada nya segera ia letakan di tempat bernama tawakal itu melalui sujud-sujud panjangnya, melalui kesitiqomahannya dalam beramal baik, melalui sedekah-sedekahnya, melalui munajatnya di sepertiga malam seraya dengan penuh semangat dan usaha yang optimal terus berusaha menjalani kehidupan ini.

Kalau kita mau jujur terhadap diri sendiri, pastinya kita akan sadar bahwa kita teramat lemah untuk menjalani kehidupan ini tanpa pertolonganNya. Jika kita merasa kuat lantas mengapa kita tidak dapat mengambil kembali sesuatu yang telah diamabil lalat dari makanan kita, mengapa kita tidak menahan nyawa orang yang kita sayangi ketika sakaratul mautnya, mengapa kita tidak bisa mengahadirkan kebahagian dan ketenangan jiwa kapan saja sesuka hati kita.

Jika semua kita dapat memahami kehidupan ini dengan baik. Kita dapat memahami bahwa Allah telah menyediakan ruang luas agar beban-beban kehidupan itu tidak memberatkan kita.

Maka tidak akan ada orang yang hari-harinya nya dipenuhi dengan bermuram durja, kita tidak kan mendengar banyaknya kabar seseorang mengakhiri kehidupannya dengan menggantung diri atau meminum racun hanya karena tidak dapat membayar hutang tiga ratus ribu rupiah yang harus dilunasinya, dan segala macam bentuk keputusasaan lainnya akibat tidak pernah memahami makna kehidupan ini.

Sobat, akankah kita masih tetap angkuh untuk terus memikul beban-beban kehidupan kita sendiri ataukah kita telah menyadari bahwa kita teramat lemah untu memikul beban-beban itu sendiri.

Sehingga kita akan segera meletakannya diruang yang Allah telah sediakan sipertiga malamnya, di sujud-sujud ketika menghadapNya, di majelis-majelis kebaikan hamba-hambaNya yang Shaleh. Tentunya hanya kita yang dapat menjawabnya.
Continue reading →
Jumat, 14 Oktober 2011
siapa yang gak tau facebook/fb?. Fenomena jejaring sosial sangat booming pada tahu 2007, setahu saya waktu itu yang lagi ngetrend yaitu friendster. Saya sempat "melihat" apa itu friendster, tapi tidak begitu menarik, saya tidak tertarik. Kemudian saya mendengar sesuatu yang baru, yaitu facebook. Wah apa lagi ni? Saya inget salah seorang teman saya waktu baru keluar dari lab sekolah, ia bilang: facebook seru ya! Karna kita tau siapa teman yang lagi online, jadi bisa chattingan. Mendengar perkataannya saya langsung penasaran! Apaan tu facebook? Langsung aj setelah pulang sekolah saya dan kawan-kawan go to warnet, buat akun facebook!
lama bagi saya untuk mengenal facebook, hingga akhirnya saya paham sendiri manfaatnya. Yang saya sedikit heran waktu itu, kenapa status user koq info yang penting pun di share ya? Apalagi ada komen-komen yang sok manis itu macam datuk-datuk nasehati orang! Beuh, aneh kali rasanya. Opini ku menyatakan kamu orang lebay. Lama kelamaan hal yang seperti itu menjadi sesuatu yang lumrah. Ah, kesel juga.:)
yang saya gak habis pikir, ada loh kasus diberita, gadis remaja menghilang. Diduga pergi sama teman yang ia kenal lewat facebook! Wah, makin parah aja! Teknologi terlalu bermanfaat dari pada untuk di "pleset"kan fungsinya. Ayo kita sadar teknologi!

IDRIS
Continue reading →

Label